Akhir-akhir
ini, social media menjadi salah satu pola kehidupan yang mengiringi kegiatan
masyarakat Indonesia, terutama remaja. Hampir seluruh remaja di Indonesia
mempunyai social media yang sudah merambah di dunia mereka. Ask fm salah
satunya.
Ask
fm termasuk salah satu social media yang sedang “hits” di kalangan remaja.
Walau ask fm sudah lama dirintis dan banyak pula pengguna ask fm yang sudah
lama memakainya, ask fm menjadi social media yang kekinian sekarang ini.
Semakin banyak pula para remaja yang sering membuat ‘Question and Answer’ di
ask fm. Dengan berbagai fitur ask fm salah satunya fitur “Anonim” membuat ask
fm menjadi salah satu social media yang diminati para remaja. Fitur anonim
tersebut merupakan fitur yang bisa dipakai seseorang apabila ingin ask kepada
user lain tanpa diketahui identitasnya. Hal inilah yang membuat para remaja
sering ask berbagai pertanyaan kepada user lain, mulai dari pertanyaan penting
hingga iseng, bahkan bully-an juga tidak luput dari adanya fitur ini.
Banyak sekali alasan para remaja menggunakan ask fm.
Salah satunya Ryan Dwi Saputra. Pengguna ask fm dengan usernya @gipacksaputra yang
sudah masuk ke dunia ask fm sejak 2014 itu mengaku mendapatkan banyak manfaat dari ask fm. Dengan
profesinya sebagai seorang social media specialist di kantornya, Digitized
Indonesia, saat itu Ryan mau tidak mau harus ikut “nyemplung” ke dunia ask fm.
“Jadi makin nambah temen, kenalan baru, terus seneng aja
kalo ada yang nge-ask. Serasa diperhatiin.” Jelas pria lulusan Komunikasi, UPN
Veteran Jakarta, yang kini sedang sibuk dengan team project bersama teman-teman
SMAnya.
Ryan sendiri salah satu pengguna ask fm yang sering
menjawab answer dari para user lain, baik yang memunculkan nama usernya, atau
yang menggunakan fitur anonim. Fotografer yang menjadi hobinya saat ini membuat
para remaja lain banyak pula yang ask kepada Ryan soal fotografi, seperti bertanya
soal jenis kamera, fungsi-fungsi kamera, hingga tempat cuci film kamera analog.
“Bagus sih kalo menurut aku karena mereka mau belajar dan
bagi mereka pasti pertanyaan itu penting dijawab.” Tanggap Ryan atau yang
sering disapa teman-temannya dengan nama masa kecilnya, Gipack.
Dengan adanya ask fm ini, remaja sekarang semakin kreatif
dan unik. Bahkan di awal Ryan memakai ask fm, ada sebuah user @charityfm yang
mengajak para pengguna ask fm untuk berdonasi melalui beberapa acara seperti
Garage Sale, Tarot Reading, Fun Talkshow, Live Sketch, dan English Hour. Hasil
dari seluruh donasi yang terkumpul tersebut disumbangkan ke panti asuhan.
“Menariklah
event Charity.fm waktu itu, walau susah juga buat bikin acara seperti itu lagi
karena kendala panitia yang bersifat sukarela, dan konsep acaranya yang harus
bisa jadiin semua user ask fm satu visi, jadi semua bisa ikutan acara donasi
seperti Charity.fm.".
Selain itu, remaja sekarang juga mempunyai
berbagai question yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya bagi Ryan. Mereka
menanyakan berbagai hal yang membuat answer atas question mereka harus
berkualitas. Keberadaan ask fm juga membuat Ryan semakin cepat mendapatkan
info-info viral karena adanya fitur love di ask fm yang sering muncul di
timeline ask fmnya.
“Membuka pandangan banget. Kita jadi tau tentang
pemikiran banyak orang mengenai isu-isu terkini yang lagi hangat dan
dibicarakan sama masyarakat. Siapapun bisa tau info viralnya karena bisa ask ke
siapapun tentang apapun.” Tambah cowok pemilik website www.gipacksaputra.com
itu.
Berbeda dengan Ryan yang menganggap remaja sekarang
kreatif karena pertanyaan mereka di ask fm yang ‘unpredictable’, Favian dengan
usernya @piohaha memiliki sudut lain tentang ask fm. Dengan adanya ask fm yang
menjadi social media favorit, Vian memiliki pendapat beda dari Ryan. Rasa
penasarannya terhadap ask fm, membuat Vian menilai bahwa ask fm seru karena
dipenuhi user ask fm dengan berbagai question and answer mereka yang memiliki
karakter tersendiri dalam menjawab.
“Kalo aku sih suka banget liat orang-orang yang seru-seru
jawabnya. Suka juga mantengin dan follow orang yang tinggal atau sekolah di
luar negeri. Jadi makin tau banyak soal kehidupan di luar negeri tuh gimana dan
jadi motivasi tersendiri buat ikut jejak mereka, hehe.” Timpal mahasiswa baru
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta jurusan Hubungan Internasional tersebut
yang sudah kenal ask fm sejak 2013.
Walau banyak hal-hal positif yang Vian dapatkan, tak
sedikit pula penilaian-penilaian lain Vian tentang user-user ask fm yang
rata-rata remaja. Ask fm dengan berbagai sisi positif dan negatifnya harus bisa
diimbangi dalam penggunaannya, salah satunya dalam memanfaatkan fitur anonim
yang ada.
“Aku sih berharap remaja yang pakai ask fm itu kurangin
ngejudge orang lain dengan fitur anonim. Ask fm diciptakan bukan untuk hal-hal
yang gak penting seperti judge atau bully. Manfaatkan fitur-fiturnya dengan
baik pasti bisa bermanfaat.” Tambah cowok kelahiran 14 November 1997 itu.
Lain halnya dengan Erlangga Greschinov, seorang penulis
buku “Kuasai 20 Bahasa Populer Dunia” yang sudah aktif di ask fm 2 tahun lalu.
Ask fm bagi Erlangga memberi banyak hal-hal positif. Dengan adanya social media
seperti ask fm, hobi Erlangga yakni sharing cerita edukatif menjadi
tersalurkan. Dia bisa menjadi cerita banyak hal tentang kehidupan hingga
sekarang, dan banyak pula pengguna ask fm lainnya menanyakan hal-hal edukasi
kepadanya.
“Natural banget sih tertarik sama ask fm. Disini aku bisa
sharing sama pengguna ask fm lainnya, dan banyak pula yang ask ke aku tentang
apapun. Biasanya sehari bisa sampai 20-30 user yang bertanya. Kalo lagi aktif
banget, bisa sampai 100 user yang sharing-sharing apapun ke aku dan terjawab.”
Jelas pengguna ask fm dengan usernya @greschinov itu.
Baginya, sharing di ask fm bisa menambah teman dan
kenalan baru. Banyak hal positif yang bisa didapatkan dari ask fm, salah
satunya akun @BelajarBareng.BDG. Komunitas Belajar Bareng Bandung juga user ask
fm yang mengajak pengguna ask fm untuk belajar hal baru. Erlangga sendiri
tergabung dalam komunitas tersebut sebagai pengisi di setiap acaranya.
“Berbagai hal yang gak kita dapatkan di sekolah, bisa
kita dapatkan disini. Di Belajar Bareng Bandung, kita bisa tau informasi selain
akademik seperti lifestyle, psikologis, kuliner, dan masih banyak lagi. Makanya
aku gabung disini karena bisa sharing berbagai hal juga di Belajar Bareng
Bandung.” Jelas pria lulusan Teknik Industri, Telkom University, Bandung itu.
“Yang jelas, kita sebagai pengguna ask fm yang baik harus
bisa mengkritisi informasi yang kita terima. Jangan sampai kita salah
memilah-milah info yang didapat karena pemikiran yang dangkal. Pastikan kita
berhati-hati dalam menggunakan ask fm terutama ketika bertanya dan menjawab.”
Tambah pria penyuka apel itu sebagai penutup.
CC : @koransindo
Narasumber :
1. Ryan Dwi Saputra
2. Favian Dwi Tantra
3. Erlangga Greschinov
Fyi guys, naskah diatas merupakan naskah asli. Naskah yang sudah disaring oleh editor bisa kalian cek di sindonews.com atau aplikasi Koran Sindo Digital di rubrik Gensindo halaman 8-9. Edisi 17 September 2016. So sorry for being late uploaded!
